Dilematis Keuangan Mikro

Dilematis Keuangan Mikro

Istilah keuangan mikro erat dengan persepsi melayani masyarakat yang tidak bisa mengakses bank. Menjadi sebuah dilematis tersendiri ketika sebuah lembaga keungan membidik pasar yang memiliki resiko tinggi- sebuah anggapan bagi masyarakat unbankable.

Namun, dalam islam, resiko bukan hanya diukur melalui 5C sebagaimana prinsip credit worthiness ekonomi konvensional bekerja. Didalam islam, tujuan dari sebuah lembaga keuangan adalah mencapai maqashid syariah sehingga ia harus menerapkan skala prioritas dalam menyalurkan pembiayaan. Hal ini ckup menarik karena seharusnya tangga prioritas penyaluran itu utamanya adalah dharuriyyah, berorientasi pada kebutuhan pokok dan primer serta hal yang mendesak. Kemudian setelah terpenuhi baru beralih ke sektor hajjiyah dan tahsiniyyah (barang mewah). Nilai Inilah yang seharusnya mewarnai dakwah khususnya di industry keuangan mikro islam. Penyaluran pembiayaan seharusnya bukan hanya dari tingkat profit paling menarik, melainkan juga dari aspek kebutuhan mana yang paling mendesak untuk ummat.

No Comments

Post a comment