Keuangan Mikro Syariah di Asia Tenggara Bisa Bersinergi Menjadi Besar

Keuangan Mikro Syariah di Asia Tenggara Bisa Bersinergi Menjadi Besar

Prof. Muhammad Syukri Salleh, D.Phill (Oxon) – Director Centre for Islamic Development Management Studies (ISDEV) atau Pusat Kajian Pengurusan Pembangunan Islam, Universiti Sains Malaysia, saat ditemui MySharing usai pertemuan dengan jajaran pengurus PBMT Ventura di Jakarta, akhir pekan lalu mengatakan, lembaga-lembaga keuangan mikro syariah di Negara-Negara kawasan Asia Tenggara berpotensi untuk bisa berkembang dengan lebih baik. Karena itu, ia menyambut baik upaya-upaya untuk mensinergikan potensi keuangan mikro syariah dari masing-masing Negara di kawasan ini.

“Keuangan mikro syariah di Indonesia itu bagus. Berawal dari akar rumput, yaitu hasrat masyarakatnya sendiri yang ingin berdikari, sehingga komitmen pelakunya akan lebih tinggi. Lalu di Malaysia, bagusnya adalah dukungan pemerintah yang sangat kuat untuk mengembangkan keuangan mikro syariah, sehingga dari sisi sumber pendanaan, dan juga insentif-insentif lainnya sangat kondusif. Karena itu Indonesia dan Malaysia bisa menjadi pelopor untuk mengembangkan keuangan mikro syariah ini di kawasan Asia Tenggara ini,” demikian papar Prof. Syukri.

Menurut Prof. Syukri, kedua ciri khas keuangan mikro syariah masing-masing dari Indonesia dan Malaysia di atas, akan bisa saling bersinergi dengan karakteristik keuangan mikro syariah dari Negara-negara kawasan Asia Tenggara lainnya, sehingga nantinya diharapkan akan mampu membuat keuangan mikro syariah di kawasan ini menjadi lebih maju dan kuat.

“Keuangan mikro syariah di Asia Tenggara mempunyai prospek untuk berkembang lebih bagus, karena dia bisa menggabungkan kekuatan ummat (akar rumput) di Indonesia, lalu organisasi yang lebih teratur di Malaysia yang didukung penuh kerajaan (pemerintah), kemudian keberanian (fanatisme) kaum Muslim di Thailand dan Filipina yang selama ini terkenal Militan, serta kekayaan (sumber dana) yang melimpah dari Brunei Darusallam. Kalau semua ini bisa digabungkan, maka potensinya sangat besar dan ummat Islam di kawasan ini akan diuntungkan, juga umat lainnya karena keuangan mikro syariah ini juga berlaku universal,” lanjut Prof. Syukri.

Dalam kaitan dengan hal di atas, Prof. Syukri pun memuji kiprah PBMT Ventura, sebuah lembaga payung di bidang keuangan mikro syariah yang memayungi sekitar 350 BMT yang berkinerja bagus di berbagai wilayah tanah air. Menurut Prof. Syukri, PBMT Ventura bisa menjadi proyek percontohan yang baik bagi pengembangan keuangan mikro syariah di Negara-Negara kawasan Asia Tenggara ini.

“Di Indonesia, saya melihat PBMT Ventura lebih dari microfinance biasa, karena dia berbasis perjuangan untuk ummat. PBMT Ventura memperjuangkan orang miskin untuk memperbaiki nasibnya, dan itu dilakukan secara berjamaah. Selain itu, mereka juga berjuang memberikan usulan-usulan kepada Pemerintah, agar Pemerintah mendorong keuangan mikro syariah di Indonesia untuk bisa berkembang lebih maju, melalui regulasi atau insentif lainnya yang mendukung,” demikian Prof. Muhammad Syukri Salleh menutup wawancara dengan MySharing.

Sumber : http://mysharing.co/keuangan-mikro-syariah-di-asia-tenggara-bisa-bersinergi-menjadi-besar/