Biaya Tinggi Hambat Keuangan Mikro Syariah

Biaya Tinggi Hambat Keuangan Mikro Syariah

Consultative Group to Assist the Poor mencatat ada lebih dari 60 ribu lembaga keuangan mikro beroperasi di tanah air. Walau Indonesia dapat dikatakan sebagai pemain keuangan mikro syariah terkemuka, survei Bank Dunia pada 2012 menilai kalangan usaha kecil dan menengah di Indonesia belum terlalu menyadari kehadiran perbankan syariah kendati industri tersebut mencatat pertumbuhan dua kali lipat.

Pendapat berbeda disampaikan Manajer Proyek Perhimpunan BMT Indonesia, Jamil Abbas. Ia menuturkan awareness masyarakat mengenai perbankan syariah telah meningkat dan hal tersebut berdampak pula bagi keuangan mikro syariah seperti laiknya efek domino. “Seiring pengetahuan masyarakat tentang perbankan syariah meningkat dan menyadari bahwa riba dilarang, keuangan mikro syariah semakin dikenal pula oleh masyarakat,” ujar Jamil, dikutip dari islamic finance news, Selasa (24/3).

Di lain pihak, ia mengakui masih ada faktor yang menghambat pertumbuhan keuangan mikro syariah di Indonesia, yaitu biaya. “Tantangan utama industri ini adalah adanya persepsi bahwa keuangan mikro itu mahal dan tuduhan bahwa lembaga keuangan mikro merupakan bentuk lain dari lintah darat,” kata Jamil. Baca Juga:BMT Se-Indonesia Capai Aset Rp 4,7 Triliun!Padahal, lanjutnya, lintah darat mengenakan bunga hingga 40 persen, sementara rata-rata lembaga keuangan mikro sebesar 24 persen. Rate yang dikenakan oleh lembaga keuangan mikro pun tak ditetapkan sewenang-wenang, namun sebagai akibat dari tingginya biaya yang harus dikeluarkan. “Terutama karena tingginya biaya operasional dan biaya dana. Sama seperti bank, jika kami dapat memeroleh dana murah, maka kami akan dapat memberikan pembiayaan yang lebih murah,” jelas Jamil.

Berdasar Pusat Keuangan Inklusif, Indonesia bersama dengan Bangladesh dan Sudan merupakan pasar teratas keuangan mikro syariah dengan pangsa pasar global mencapai 82 persen. Namun sayangnya jangkauan keuangan mikro syariah belum meluas. Nasabah mikro secara global tercatat sebanyak 1,28 juta orang, sementara jumlah orang miskin di seluruh dunia mencapai 2,7 miliar jiwa, dimana 650 juta jiwa diantaranya adalah muslim.

Sumber : http://mysharing.co/biaya-tinggi-hambat-keuangan-mikro-syariah/