Akuntabilitas sebagai Kacamata Publik

Akuntabilitas sebagai Kacamata Publik

Akuntabilitas sebagai Kacamata Publik

Akuntabilitas merupakan isu penting yang dihadapi oleh organisasi filantropi islam karena melalui pelaporan akuntabilitas, stakeholder dapat melihat apakah program-program yang dilakukan sudah sesuai dengan visi organisasi. Kemudian, apakah dampak yang dihasilkan oleh program tersebut sudah dirasakan manfaatnya oleh para penerima manfaat. Mekanisme penyampaian akuntabilitas merupakan hal krusial yang dilakukan oleh organisasi filantropi islam, diantaranya dapat dilakukan melalui cara berikut :

  • Disclosure Statement and Report

Laporan keuangan merupakan indikator yang dipergunakan untuk melihat kesehatan dan efektivitas keunagan dari organisasi filantropi islam. Selain itu, laporan keuangan dapat meningkatkan transparansi kepada publik. Jika sebuah organisasi tidak mampu mengungkap laporan keuanganya ke publik, maka dapat terjadi misstrust issue atau turunnya kepercayaan publik terhadap organisasi filantropi islam tersebut.

 

  • Performance Assesment and Evaluation

Evaluasi terhadap kinerja dan performa program merupakan salah satu bentuk akuntabilitas organisasi agar perkembangan program terpantau dan terukur setiap saat. Aspek yang diukur dalam evaluasi performa meliputi efektivitas penggunaan sumberdaya, input program, output program, outcome program dan impact dari program yang dilakukan organisasi.

 

  • Partisipasi

Sebagai organisasi filantropi islam, dampak yang dihasilkan harus merupakan manfaat yang nyata dirasakan oleh para penerima manfaat. Oleh sebab itu, IPO perlu berpartisipasi aktif untuk mencaritahu apa yang dibutuhkan oleh beneficiaries dan program apa yang cocok untuk mengakomodasi hal tersebut. Contohnya adalah assessment need untuk merancang program yang dibutuhkan masyarakat melalui PRA dan MRA.

 

  • Self Regulation

Setiap organisasi filantropi islam memiliki karakteristik masing-masing, pun memiliki beneficiaries yang unik sehingga perlakuan dan peraturan di setiap organisasi dapat berbeda-beda. Namun, diperlukan regulasi yang jelas dan mampu mengakomodasi kebutuhan IPO agar kontrol tetap dapat dilaksanakan dengan optimal. Contohnya adalah Badan Wakaf UII memiliki lembaga audit sendiri untuk melakukan audit terhadapnya.

 

  • Social Audit

Laporan yang menunjukan realisasi dan keberhasilan setiap program merupakan bentuk akuntabilitas organisasi kepada publik. Melalui social audit, efektivitas tidak hanya dilihat melalui penyerapan dan efektivitas anggaran, melainkan juga dari dampak sosial program itu sendiri. Contohnya adalah pelaporan keberhasilan program yang disampaikan oleh Dompet Dhuafa pada Annual Report

No Comments

Post a comment